Sejarah 3G
sejarah
teknologi 3G, Ada pun perkembangan teknologi nirkabel dapat
dirangkum sebagai berikut:
1.
Generasi pertama: analog,
kecepatan rendah (low-speed), cukup untuk suara. Contoh: NMT (Nordic
Mobile Telephone) dan AMPS (Analog
Mobile Phone System). Dimulai pada awal 1980-an sebagai bagian komersil dari AMPS.
Menggunakan format FDMA (Frequency
Division Multiple Access) yang
membawa suara analog sebesar 800 MHz pita frekuensi.
2. Generasi
kedua: digital,
kecepatan rendah - menengah. Contoh: GSM dan CDMA2000
1xRTT. Berkembang di awal 1990-ansaat
operator seluler mengeluarkan 2 macam standar suara digital, GSM dan CDMA,
di mana GSM menggunakan sistemTDMA (Time Division Multiple
Access) yang
mampu mengirimkan panggilan sampai 8 saluran di pita 900 dan 1800 MHz, sedangkan CDMA sendiri adalah singkatan dari (Code Division Multiple Access) yang mampu mengirimkan sinyal
panggilan sampai 16 saluran di pita frekuensi 800 MHz.
3.
Generasi ketiga: digital, kecepatan tinggi (high-speed),
untuk pita lebar (broadband). Contoh: W-CDMA (atau dikenal juga dengan UMTS) dan CDMA2000
1xEV-DO. 3G merupakan terobosan dalam pengiriman paket data yang memungkinkan
berbagai aplikasi jaringan diterapkan. Dengan kata lain, 3G menghadirkan sebuah
perubahan evolusioner dalam kecepatan pemindahan data
Definisi 3G
3G (dari bahasa Inggris: third-generation technology) merupakan sebuah standar yang
ditetapkan oleh International
Telecommunication Union (ITU)
yang diadopsi dari IMT-2000 untuk
diaplikasikan pada jaringan telepon selular.
Istilah ini umumnya digunakan mengacu kepada perkembangan teknologi telepon nirkabel versi ke-tiga. Melalui 3G, pengguna telepon selular dapat memiliki akses
cepat ke internet dengan bandwidth sampai 384 kilobit setiap detik
ketika alat tersebut berada pada kondisi diam atau bergerak secepat pejalan
kaki. Akses yang cepat ini merupakan andalan dari 3G yang tentunya mampu
memberikan fasilitas yang beragam pada pengguna seperti menonton video secara langsung dari internet atau berbicara dengan orang lain menggunakan video. 3G mengalahkan semua pendahulunya,
baik GSM maupun GPRS Beberapa perusahaan seluler dunia akan menjadikan 3G sebagai
standar baru jaringan nirkabel yang beredar di pasaran ataupun negara
berkembang.
Teknologi 3G
Pada saat
ini ada dua cabang dari pengembangan 3G, yaitu dari sisi GSM (Global System for Mobile
Communication) yang
dipelopori oleh 3G Partnership Project dan CDMA (Code
Division Multiple Access) yang dipelopori oleh 3G Partnership Project 2
(3GPP2). Kedua teknologi
tidak kompatibel dan sesungguhnya saling berkompetisi. Salah satu alasan mengapa layanan
3G dapat memberikan throughput yang lebih besar adalah
karena penggunaa Teknologi spektrum tersebar yang memungkinkan data masukan yang
hendak ditransimisikan disebar di seluruh spektrum frekuensi. Selain
mendapatkan pita lebar yang lebih besar, layanan berbasis spektrum tersebar
jauh lebih aman dari pada timeslot dan atau frequency slot.
Jaringan
3G tidak merupakan upgrade dari 2G; operator 2G yang
berafiliasi dengan 3GPP perlu untuk mengganti banyak komponen untuk bisa
memberikan layanan 3G. Sedangkan operator 2G yang berafiliasi dengan teknologi
3GPP2. lebih
mudah dalam upgrade ke 3G karena berbagai network element nya sudah didesain untuk ke
arah layanan nirkabel pita lebar (broadband wireless). Layanan 3G juga
telah digembar-gemborkan namun pada kenyataannya, banyak ditemui kegagalan.
Negara Jepang dan Korea Selatan adalah contoh dimana layanan 3G berhasil. Hal
ini sangat mungkin disebabkan oleh faktor:
- Dukungan pemerintah. Pemerintah Jepang tidak
mengenakan biaya di muka (upfront fee) atas penggunaan lisensi spektrum 3G atas operator-operator di Jepang (ada
tiga operator: NTT Docomo, KDDI dan Vodafone). Sedangkan pemerintah Korea
Selatan, walau pun mengenakan biaya di muka, memberikan insentif dan
bantuan dalam pengembangan nirkabel pita lebar (Korea Selatan adalah
negara yang menggunakan Cisco Gigabit Switch Router terbanyak di dunia)
sebagai bagian dalam strategi pengembangan infrastruktur.
- Kultur masyarakatnya. Layanan video
call, yang diramal menjadikiller application tidak terlalu
banyak digunakan di kedua negara tersebut. Namun, layanan seperti download
music dan akses Internet sangat digemari. Operator seperti NTT
Docomo (Jepang) memberikan layanan Chaku Uta untuk download music.
Sedangkan di Korea, layanan web presence seperti Cyworld
yang diberikan oleh SK Tel, sangat digemari. Dengan layanan ini, pelanggan
bisa mengambil foto dari handset dan langsung memuatnya ke web portal
miliknya di Cyworld. Layanan ini kemudian ditiru oleh Flickr dengan
handset N73.
- Keragaman layanan konten. Docomo dan SKTel
tidak menggunakan WAP standar sebagai layanan konten nya. Docomo
mengembangkan aplikasi browser yang disebut iMode, sedangkan SKTel
mempunyai June dan Nate.
Pengembang / penemu 3G
Perusahaan yang pertama kali mengembangkan jaringan
untuk handphone generasi ketiga ini adalah NTT Do Co Mo, dari Jepang. Teknologi
ini mulai dikenalkan pada tahun 2006. Dengan kemampuannya yang unggul, dalam
waktu singkat, orang pun banyak menggunakan fasilitas ini.
Jepang mengambangkan generasi ketiga handphone ini
karena dituntut oleh keinginan masyarakat (pasar). Masyarakat Jepang tidak
cukup puas dengan keterbatasan yang dimiliki oleh handphone generasi kedua.
Dari situlah kemudian muncul keinginan untuk mengembangkan handphone yang
kemampuannya lebih banyak dibanding generasi sebelumnya.
Sampai tahun 2007, pemilik handphone yang
menggunakan teknologi ini di dunia berjumlah 295 juta orang atau sebanding
dengan 9 persen dari keseluruhan pengguna handphone di dunia. Di Indonesia,
handphone generasi ketiga ini juga semakin banyak digunakan masyarakat.
Definisi 4G
4G adalah
singkatan dari istilah dalam bahasa
Inggris: fourth-generation
technology. Istilah ini umumnya digunakan mengacu kepada standar generasi
keempat dari teknologi telepon seluler. 4G merupakan pengembangan dari teknologi 3G dan 2G. Sistem 4G menyediakan
jaringan pita lebar ultra untuk berbagai perlengkapan elektronik, contohnya
telpon pintar dan laptop menggunakan modem USB.
Terdapat dua kandidat standar untuk 4G yang dikomersilkan
di dunia yaitu standar WiMAX (Korea Selatan sejak 2006) dan standar
Long Term Evolution (LTE) (Swedia sejak 2009).
Di Indonesia, WiMAX pertama kali diluncurkan oleh PT.
FirstMedia dengan merek dagang Sitra WiMAX sejak Juni 2010. Kemudian teknologi
LTE pertama kali diluncurkan oleh PT. Internux dengan merek dagang Bolt Super 4G LTE sejak 14 November 2013. Aplikasi yang menggunakan jaringan Wimax
memiliki beberapa kelebihan yaitu:
1. Pemasangan
yang umumnya relatif lebih mudah (khususnya apda daerah dengan hambatan
geografis),
2. peningkatan
dalam hal kinerja dan ketahanan (robustness) aplikasi, jaringan yang seluruhnya
berbasis IP,
3. keamanan
yang lebih baik serta kecepatan setara dengan broadband baik untuk suara, data
maupun video.
4.
Wimax dibangun dengan fondasi yang lebih aman
dibandingkan dengan teknologi nirkabel sebelumnya.
Kelebihan lain yang
dimiliki oleh teknologi 4G yang menggunakan jaringan LTE ini adalah dapat
menghemat biaya pengeluaran bagi operator yang sudah memiliki jaringan 3G dan
HSDPA, memiliki jaringan yang cukup luas dan layanan data broadband dalam skala
besar. Berkaitan dengan hal yang disebut sebelumnya maka dari sisi pengguna
atau konsumen adalah tarif yang akan lebih ekonomis. Namun layaknya tak ada
gading yang tak retak, maka ada sedikit kekurangan juga pada teknologi LTE,
yaitu perlunya lisensi frekuaensi mengingat LTE berjalan pada frekuensi 2.5
Ghz.
Penemu
atau pengembang 4G
Akhir 2014,
dunia teknologi Indonesia ramai membicarakan Khoirul Anwar. Doktor berusia 38
tahun itu ramai disebutkan sebagai penemu teknologi Long Term Evolution (LTE) atau yang biasa disebut 4G.
Khoirul, yang
bekerja sebagai asisten profesor di School of Information, Science Japan
Advanced Institute of Science and Technology (JAIST ia berkontribusi dalam
pengembangan teknologi 4G LTE namun bukan secara keseluruhan. penemu 4G LTE karena 4G LTE sendiri
seharusnya memang tidak ditemukan,
melainkan disepakati. Forumlah yang menyepakati teknik tertentu untuk dipakai
atau tidak dipakai dalam sebuah standard. Dimulai sekitar 2010-2011, saat 4G belum terkenal ia menemukan prinsip/konsep dasar dengan
dua Fast Fourier Transform (FFT) berpasangan, dan ini 'dipakai' dalam
4G uplink Dan ternyata 4G system di masa depan menggunakan konsep dua
FFT jugaTeknologi LTE sendiri terdiri dari banyak komponen. Dan kurang tepat
jika menyebut 4G LTE itu 'ditemukan', lebih tepatnya 'disepakati' oleh badan
standarisasi internasional bernama 3rd Generation Partnership Project (3GPP).
Konsep dua Fast Fourier Transform (FFT)
Konsep dua Fast Fourier Transform (FFT) adalah teknik modulasi sinyal
dari gawai ke base station yang dapat menghemat baterai dengan
pemakaian daya rendah. FFT masuk menjadi sebuah standar 4G LTE namun tidak
mewajibkan untuk selalu diterapkan.
Pemakaian dua FFT adalah salah satu cara untuk mengimplementasikan
komponen Orthogonal Frequency Multiplexing (OFDM) dalam spesifikasi 4G LTE.
OFDM adalah metode modulasi sinyal yang memungkinkan transfer data
berkecepatan tinggi 4G LTE, dalam hal pemancaran sinyal dari base
station ke gawai (downlink).
Untuk arah sebaliknya, dari gawai ke base station (uplink),
dikenal metode Single Carrier-Frequency Division Multiple Access (SC-FDMA) yang
merupakan modifikasi dari OFDM dengan penambahan FFT, sehingga mampu menghemat
pemakaian baterai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar